Kesalahan termahal terjadi sebelum konstruksi dimulai.
PropDev memaksa angka bicara duluan — feasibility, land study, dan unit economics sebelum komitmen. Lalu melacak realisasi terhadap rencana, unit demi unit, di seluruh portfolio.
Mulai Rp299rb per development · Pilot 14 hari · Tanpa biaya setup
Dari studi kelayakan pertama sampai serah terima unit terakhir — satu operating system.
Sebelum
angka diuji sebelum lahan dibeli, bukan sesudah
1
baseline biaya untuk feasibility dan realisasi
100%
portfolio terlihat — progres, risiko, izin, margin
Disiplin angka,
di tiga fase yang menentukan.
01
SEBELUM KOMITMEN
Angka bicara sebelum lahan dibeli.
Bandingkan skenario lahan, produk, biaya, dan proyeksi berdampingan. Feasibility study dan land study dengan baseline biaya riil — bukan asumsi optimis di spreadsheet yang tidak pernah di-review lagi.
- Feasibility multi-skenario dengan sensitivitas
- Land study & analisis perizinan
- Unit economics sebelum komitmen
02
SAAT MEMBANGUN
Realisasi terlacak terhadap rencana.
Masterplan, perencanaan unit, budget, dan progres dalam satu sistem. Setiap pengeluaran dibandingkan dengan feasibility awal — kamu tahu lebih dini saat sebuah cluster mulai memakan margin.
- Masterplan & perencanaan unit terikat budget
- Progres konstruksi vs rencana, real-time
- Perizinan & dokumen dalam satu tempat
03
LINTAS PORTFOLIO
Setiap project. Setiap unit. Setiap margin.
Portfolio view menampilkan progres, risiko, izin, budget, dan status unit lintas development — sampai serah terima. Keputusan alokasi modal berikutnya dibuat dengan data, bukan firasat.
- Portfolio analytics lintas development
- Status unit sampai serah terima
- Risiko & izin terpantau per project
Satu feasibility yang salah bisa menghapus profit lima tahun.
Developer jarang rugi karena konstruksi. Mereka rugi karena membeli lahan yang salah, memilih produk yang salah, atau percaya proyeksi yang tidak pernah diuji. Setelah komitmen dibuat, tidak ada software yang bisa menyelamatkan margin — keputusannya sudah terlanjur.
Karena itu PropDev dimulai dari feasibility — bukan dari Gantt chart.
Sederhana: per development.
Bukan per modul, bukan per kursi yang membengkak. Satu harga per development aktif — termasuk feasibility, masterplan, budget, progres, dan portfolio analytics. Terhubung otomatis dengan Hubeam ERP dan Studio bila kamu memakainya.
- Semua modul PropDev termasuk
- User tak terbatas dalam satu development
- Data mengalir ke ERP & Studio otomatis
Mulai dari
Rp299rb/development/bln
Pilot gratis 14 hari dengan data project asli kamu. Batalkan kapan saja.
Mulai dengan PropDevHubungi salesAngka dulu.
Baru beton.
Uji kelayakan development berikutnya di PropDev — sebelum komitmen dibuat.